NGAWI - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi sukses menggelar pemilihan duta GenRe (GENerasi beREncana) tahun 2024 pada April lalu.
Kepala DP3AKB Kabupaten Ngawi, Nugrahaningrum mengatakan remaja Indonesia merupakan harapan keluarga dan masa depan bangsa, oleh karena itu remaja hidup untuk masa depan bukan untuk masa lalu.
"Remaja saat ini akan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia, generasi yang pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka, akan berusia antara 35-45 tahun," kata Aning kepada suarangawi.com Senin (10/6/2024).
"Generasi emas disemai melalui pembangunan karakter dalam pembangunan keluarga. Karena itu, membina remaja adalah investasi yang luar biasa penting," sambungnya.
Aning mengungkapkan, persoalan kependudukan merupakan salah satu isu sosial yang sangat kompleks, sehingga penanganannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga harus melibatkan peran serta dunia usaha dan masyarakat, termasuk remaja generasi berencana.
"Oleh karena itu saya berharap, Duta GenRe 2024 mampu menjadi teladan dan memotivasi remaja untuk menyiapkan diri menjadi generasi penerus Bangsa yang sehat secara jasmani dan rohani, cerdas secara intelektual dan mental- spiritual," ungkapnya.
"Dan juga dapat mendorong agar memiliki konsep membangun keluarga yang terencana, guna menyiapkan SDM masa depan yang berkualitas dan berdaya saing," imbuhnya.
Aning meminta, Duta GenRe yang terpilih mampu menjadi penebar semangat bagi kawan-kawan sebayanya untuk bersama-sama membentuk kepribadian yang mandiri, memegang teguh prinsip hidup dan pergaulan, serta menghindari diri dari resiko yang dapat mengganggu Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang dihadirkan oleh aktifitas dan pergaulan seks dan pergaulan beresiko, Pernikahan dini, serta penggunaan NAPZA atau Narkotika serta terorisme
"Saya mengharapkan para Duta GenRe mampu menghadapi permasalahan yang sangat kompleks seiring masa transisi remaja dan mampu menjadi duta yang menyuarakan pentingnya perencanaan untuk mewujudkan keluarga kecil, sehat, bahagia, dan sejahtera," ujarnya.
"Konsep keluarga kecil, bahagia dan sejahtera harus menjadi cita-cita bersama, karena keluarga sebagai komunitas terkecil dari masyarakat diharapkan menjadi lembaga pendidikan pertama dan utama bagi perkembangan jiwa anak.
Dari Keluarga yang serasi pula, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik," terangnya.
Lanjut Aning, kemampuan berkomunikasi tidak saja dipresentasikan pada saat kompetisi sekarang, tetapi juga ketika para peserta telah pulang dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Ia percaya bahwa prestasi yang sesungguhnya bukan menjadi juara dalam kompetisi ini, tetapi ketika para peserta atau finalis mampu menerapkan gagasan-gagasan atau ide yang dimiliki dengan baik serta dapat mengajak masyarakat agar lebih peduli dan menerapkan Keluarga Berencana yang berkualitas.
Sebagai informasi, saat grand final pemilihan Duta GenRe April 2024 lalu, Aning mengapresiasi panitia pelaksana dari Insan GenRe Ngawi dan Dinas P3AKB Kabupaten Ngawi yang terlibat dalam Pemilihan Duta GenRe Tahun 2024,
"Disertai harapan agar kegiatannya merupakan proses peningkatan kualitas SDM Generasi Berencana dan mengalirkan kebaikan bagi masyarakat luas," ujar Aning.
"Kepada para seluruh peserta atau finalis Pemilihan Duta GenRe saya ucapkan Selamat berkompetisi, semoga dapat menjadi teladan bagi remaja dan Generasi Muda lainnya. Mampu menjadi agen Pelopor, Promotor dan Motivator bagi remaja terkait penyiapan masa depan yang cerah dan penuh perencanaan, sesuai dengan namanya GENRE yaitu Generasi Berencana," tutupnya.
Belum ada komentar.