NGAWI -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi, membuka turnamen bola voli SD Negeri Guyung 2 Cup ll, antar pelajar SD/MI yang digelar oleh SD Negeri Guyung 2, Kecamatan Gerih.

Bertempat di sekolah setempat, turnament yang diikuti sebanyak 34 klub itu tidak hanya diikuti SD/MI di Ngawi saja, melainkan turut diikuti sekolah SD tingkat sederajat Se-Kerisidenan Madiun.

Panitia penyelenggara turnamen, Warsito, mengungkapan bahwa turnamen tersebut digelar sebagai upaya untuk menjaring bibit atlet muda di masa depan.

"Turnamen yang digelar mulai tanggal 30 Januari hingga 2 Februari 2026 ini dirancang sebagai ajang pembinaan berjenjang bagi atlet-atlet muda di masa depan," ujar Warsito, Senin (2/2/2026).

"Tujuan utamanya menjaring bibit unggul di agar mampu bersaing di jenjang lebih tinggi serta mengasah keuletan dan semangat olah raga khususnya di cabang olahraga bola voli," katanya.

Ia menambahkan turnamen yang diikuti 34 klub Se-kerisidenan Madiun memperebutkan juara terbaik 1,2 dan 3 dengan hadiah tropy dan uang pembinaan total hadiah sebesar Rp 1,5 juta.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Fachrudin, menyebut bahwa turnamen antar sekolah usia dini adalah inovasi yang sangat baik dalan mencari atlet muda berbakat.

Menurut dia, dengan diikuti 34 klub, membuktikan bahwa tingginya antusiasme sekolah menunjukkan potensi besar pembinaan bola voli di Kabupaten Ngawi.

"Kami mengharapkan turnamen bola voli ini dapat rutin digelar setiap tahun sebagai wadah regenerasi atlet muda," pintanya.

Fachrudin menyampaikan apresiasi kepada SD Negeri Guyung 2, yang terus memberikan dukungan terhadap upaya pembinaan olahraga, terutama dalam pengembangan atlet usia dini.

Fachrudin mengutarakan bahwa turnamen bola voli pelajar tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam memetakan talenta muda.

"Melalui kegiatan ini, para siswa dapat mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan menjadi tolok ukur pembinaan di sekolah," ucap Fachrudin kepada suarangawi.com

Lebih lanjut, dia mengingatkan pentingnya sportivitas serta mental bertanding yang kuat bagi para pelajar yang ingin berkembang menjadi atlet masa depan daerah.

Kata dia, turnamen ini bisa menjadi contoh sekolah lain untuk memperkuat pembinaan atlet melalui program pelatihan intensif dan penyediaan sarana olahraga yang memadai.

Sebagai informasi, saat berita ini diturunkan pada Senin (2/2/2026) turnamen bakal melakoni pertandingan semi final dan final.

Klub yang akan bertanding adalah SD Negeri Botok Magetan melawan MI NU Sidorejo Madiun dan MIN 15 Magetan melawan MK Islamiah Widodaren.

Dua pertandingan semi final itu, pemenangnya akan saling berhadapan untuk meraih juara satu dan dua.