NGAWI - Sedikitnya 67 santri Pondok Pesantren Al Hijrah Ngawi dirawat di sejumlah puskemas sudah sembuh dan dipulangkan. Mereka diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluarga pasien pun mengapresiasi kinerja petugas kesehatan puskesmas setempat.

Orang tua santri, Ali menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas kesehatan di puskesmas yang telah melayani dengan baik, cepat dan sigap, sehingga anaknya yang duduk di bangku Madrasah Tsanawiah (MTs) selamat dan dinyatakan sembuh.

"Terima kasih kami sampaikan kepada petugas kesehata, perawat dan dokter, sudah mengobati anak kami," ujar Ali.

Informasi yang dihimpun, ouskesmas yang menerima, merawat dan mengobati para santri yang sakit yakni Puskesmas Padas, Puskesmas Kasreman, Puskesmas Ngawi Purba, Puskesmas Geneng dan Puskesmas Karangjati. Selain itu ada satu Rumah Sakit Umum Daerah Soeroto Ngawi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi, Heri Nurfahrudin saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, seluruh pasien santri dari Ponpes Al Hijrah sudah sembuh dan dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Saat hari kejadian itu, sebagian sudah dipulangkan dan dinyatakan sembuh. Hari ini sudah nol pasien. Semua sembuh, meski masih dalam pengawasan, apabila ada gejalan lagi segera dibawa ke dokter," kata Heri, Kamis (19/2/2026).

Sebelumnya, Sedikitnya 67 santri Pondok Pesantren Al Hijrah Karangasri Ngawi, dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Mereka diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Latifa salah satu santri yang dirawat mengatakan, pada Jumat 13 Februari 2026 kemarin sekitar pukul 11.30 ia menyantap MBG yang isinya nasi, rolade, sayur dan buah jeruk. Pada saat tengah malah ia merasakan mual dan diare.

Karena tak kunjung sembuh, ia mengeluh ke petugas pondok dan diberikan obat. Namun, hingga pagi bukannya sembuh malah bertambah parah.

"Badan saya lemas, mual semakin parah, kemudian saya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Soeroto," kata Latifa kepada suaraindonesia.co.id Sabtu (14/2/2026).

Hal serupa dirasakan Ardiansyah, santri asal Ngawi itu sekitar subuh merasakan mual berat. Ia berkeyakinan menu MBG diduga ada yang tidak layak konsumsi.

Menurutnya, saat ia menerima MBG bau tidak sedap sudah terasa pada menu sayuran dan rolade. Sempat ia makan namun tidak habis.

"Tidak saya makan, karena bau tak enak. Klo rasanya biasa, saya curiga pada menu sayur, ada wortel dan rolade,"  kata Ardiansyah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nurfahrudin mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan observasi. Menu MBG dan muntahan santri yang dirawat sudah dibawa ke Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium.

"Sampel sisa makanan dan muntahan sudah kita ambil untuk diuji laboratorium. Semua santri sudah kita tangani dan dilakukan pendampingan," ujar Heri.

"Kita belum bisa berspekulasi apakah ini keracunan dari MBG atau faktor lain, namun sementara dugaannya salah makan,"pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, hingga berita ini diturunkan, korban dugaan keracunan MBG dari Ponpes Al Hijrah terus bertambah.

Data yang dimiliki Dinkes Ngawi, Di RSUD Soeroto Ngawi terdapat 8 anak, Puskesmas Ngawi Purba 10 anak, Puskesmas Kasreman 12 anak, Puskesmas Padas 37 anak.