SUARA NGAWI - Anggota DPR RI Budi Sulistyono alias Kanang bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, mendistribusikan air bersih ke beberapa desa di Ngawi yang terdampak kekeringan.
Tidak hanya air bersih, Politisi PDI Perjuangan itu juga membagikan ratusan sembako berisi beras dan minyak goreng ke berbagai pelosok desa yang sedang dilanda bencana kekeringan.
Kanang mengatakan, untuk menjangkau wilayah terdampak, kolaborasi dengan PMI Provinsi Jatim perlu dilakukan sebagai bentuk respon terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan.
Masih kata Kanang, menurut pantauannya ada 12 desa di Ngawi yang menjadi prioritas distribusi air bersih, diantaranya wilayah Bringin, ,Kedungrejo, Suruh, Banyuurip, Kenongorejo, Bangunrejo, Kaligede, Ngancar, serta Kiyonten.
“Ini bentuk kolaborasi PMI Kabupaten Ngawi dan PMI Jawa Timur, ketika kesulitan rakyat pada musim kering, air bersih bisa dipasok ke daerah-daerah yang membutuhkan dan itu menjadi prioritas,” jelas Kanang, yang juga Ketua PMI Kabupaten Ngawi saat melepas air bersih di Dusun Sumberan, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman pada Jumat (21/8/2026).
“Dan mitigasi bencana kekeringan harus dilakukan pemerintah daerah. Tidak hanya soal bantuan air bersih, tetapi langkah ke depan agar desa ini tidak menjadi kekeringan,” lanjut Kanang yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Ngawi.


Sementara itu, Ketua PMI Jatim, Imam Utomo mencatat, terdapat 23 kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengalami bencana kekeringan akibat kemarau panjang.
Pun bermaksud telah melakukan penyaluran air bersih ke daerah-daerah tersebut. Melihat kondisi itu, PMI Jatim turut menggandeng berbagai pihak untuk menanggulangi kekeringan.
“Kekeringan yang terjadi saat ini, PMI Jatim telah melakukan operasi bantuan air. Jika ada sumber air yang bagus dekat dengan wilayah terdampak, kami bisa mengusulkan untuk membangun saluran dengan jarak maksimal 9 kilometer,” ujar Imam Utomo.
Oleh karena itu, kami meminta kepada Pemkab Ngawi untuk melakukan survei daerah mana yang perlu dibangun saluran dari sumber air menuju daerah yang perlu dipasok air bersih. Laporkan kepada kami, nanti akan diusulkan ke pemprov, tambahnya.
Pada waktu yang sama Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menyampaikan terima kasih kepada PMI atas bantuan penyaluran air bersih ke daerah terdampak bencana kekeringan. Kendati begitu, Ony menyebut Pemkab Ngawi telah melakukan mitigasi dan kegiatan droping di berbagai desa di wilayah Ngawi.
Ony menyampaikan, pada tahun 2023 dari 42 desa 9 kecamatan sebanyak 4.700 kepala keluarga menjadi korban bencana kekeringan saat kemarau panjang. Kemudian pada tahun 2024 di daerah tersebut dibangun sumur dalam. Selanjutnya pada tahun 2026 tinggal 12 desa 4 kecamatan dengan sebanyak 640 kepala keluarga.
“Sisa ini menjadi target kami di tahun 2027 untuk membangun sumur dalam diampu Dinas Perkim berbasis dusun dengan membangun air bersih perpipaan,” ungkap Ony.
Meski begitu, Ony mengaku menghadapi kendala wilayah dengan tanah kars, sebab sumber mata air sulit didapat. Demikian pula, kata Ony akan terus mengupayakan dengan melakukan reboisasi penanaman penghijuan dengan harapan serapan air kembali normal.
Belum ada komentar.