NGAWI - Tahun 2025 lalu kasus dugaan keracunan siswa sekolah usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ngawi kerap terjadi.

Berkat kesiapan dan reaksi cepat penanganan tim kesehatan dari Puskesmas terhadap seluruh korban  dugaan keracunan MBG, mereka dapat kembali sehat sediakala.

Anggota DPRD Ngawi, Tri Suprih Wardoyo mengapresiasi kinerja tim kesehatan Puskesmas yang tengah berjibaku melaksanakan dan melayani dengan baik seluruh korban dugaan keracunan.

"Ini berkat kinerja teman-teman tim kesehatan di Puskesmas yang telah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, sehingga tidak ada korban dugaan keracunan MBG yang mengalami sakit hingga fatal," kata Tri Suprih Wardoyo, Rabu (28/1/2026).

Tri Suprih menilai, reaksi cepat dan sinergi antar Puskesmas menjadi faktor penting dalam menangani seluruh korban. Ini menjadi bukti pelayanan kesehatan di Ngawi sudah sangat baik, terutama dalam menangani kejadian luar biasa (KLB).

"Sinergi antar puskesmas dan RSUD dalam menangani KLB contoh seperti dugaan keracunan MBG beberapa waktu lalu, merupakan bentuk kerjasama guna mencegah resiko fatal. Ini sangat baik, dan kolaborasi ini harus ditingkatkan," ujar Tri.

Sementara, suarangawi.com menghimpun beberapa kasus siswa sekolah merasakan mual, muntah serta pusing usai mengkonsumsi MBG diantaranya dirawat dan ditangani di Puskesmas Kedunggalar, Puskesmas Gemarang, Puskesmas Ngrambe, Puskesmas Sine, Puskesmas Mantingan, Puskesmas Kauman, Puskesmas Tambakboyo, Puskesmas Kwadungan dan RSUD Mantingan.

"Tentu harapannya profesionalitas dan kerjasama antar lini Puskesmas dibawah naungan Dinas Kesehatan ini dapat ditingkatkan, untuk pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik," pungkas Tri.