NGAWI - Di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, tepatnya di lokasi wisata embung pandean. Kepala divisi regional (Kardivre) Jawa Timur, Kurniawan Purwanto Sanjaya melaksanakan diskusi tentang program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM).
Diskusi tersebut dihadiri forum pimpinan kecamatan (forpimcam) Karanganyar, tokoh masyarakat, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), organisasi masyarakat (Ormas) dan perwakilan pesanggem terdampak program ATM.
Kurniawan mengatakan, dalam diskusi terkait ATM pihaknya mengapresiasi warga Karanganyar Ngawi. Alasannya, bagi mereka bahwa program ini dinilai berpihak kepada para pesanggem terdampak.
"Rembukan yang guyub rukun sinergis dan dinamis dengan warga Karanganyar tadi bahwa pada dasarnya semuanya mendukung program ATM, ini sangat kami apresiasi," kata Kurniawan saat diwawancarai awak media pada, Sabtu (6/11/2021).

Dikatakan Kurniawan, selain karena program pemerintah, masyarakat mendukung ATM karena adanya kompensasi bagi petani terdampak.
"Pada intinya masyarakat mendukung adanya ATM, disamping itu karena ada suporting dari program tersebut, berupa kompensasi-kompensasi yang sudah disampaikan sebelumnya melalui sosialisasi," terangnya.
"Jadi dari program ATM ini, dengan adanya sinergi yang baik antara perhutani dengan masyarakat, ditambah proses penanamannya baik, bibitnya dan cara pengelolaannya bagus serta didampingi ahlinya, tentu ini akan saling menguntungkan," pungkas Kurniawan.
Diwaktu yang sama, kepala kecamatan Karanganyar Arifin sependapat dengan program ATM.
"Kami semua mendukung, ini program pemeringah melalui perhutani. Tanaman tebu ini guna swasembada gula nasional, kami dan warga kecamatan Karanganyar, khususnya para petani hutan mendukung," tutur Arifin Camat Karanganyar.
Belum ada komentar.