NGAWI - Menanamkan nilai-nilai empat konsensus kebangsaan di lingkungan keluarga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan warga negara. Karena itu, perempuan atau ibu adalah tiang dalam keluarga dan keluarga adalah bagian terkecil dari negara.

“Perempuan adalah tiang yang mampu menopang sebuah negara,” kata Anggota DPR RI Budi Sulistyono alias Kanang saat berbicara dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Joglo Glagah Wangi, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin 15 Desember 2025.

Kanang yang akrab dipanggil Mbah Kung ini mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi perempuan di rumah tangga saat ini, muncul dalam beragam bentuk, antara lain seperti harus mendampingi dan mengawasi anak dalam penggunaan aplikasi digital (medsos) dan sejumlah dampak ekonomi yang menerpa rumah tangga.

Sejumlah tantangan tersebut, Kata Kanang, bahkan juga berpengaruh pada kehidupan sosial yang dialami masyarakat saat ini.

Agar mampu menghadapi dampak dari berbagai perubahan yang terjadi saat ini, Legislator PDI Perjuangan itu berpendapat, penanaman nilai-nilai empat konsensus kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di lingkungan keluarga sangat penting untuk dilakukan.

"Dalam proses penanaman nilai-nilai tersebut, peran perempuan sebagai tiang keluarga sangat signifikan. Sebagai tiang keluarga, jelasnya, tentu ibu merupakan pembawa pesan dan pemberi contoh yang baik bagi keluarganya," ucap Kanang.

"Bila setiap keluarga di Indonesia bisa memahami dan melaksanakan nilai-nilai empat konsensus kebangsaan dengan baik, Kanang meyakini, ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini bisa ditingkatkan," tambahnya.

“Kita beruntung memiliki Pancasila dengan nilai-nilai yang dikandungnya bisa digunakan untuk menghadapi tantangan dan menjadi benteng terhadap berbagai dampak perubahan,” lugas Kanang dalam akhir penyampaian sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPRI RI.

Sebagai informasi, pelaksana sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar pagi hingga sore tersebut dihadiri kaum ibu-ibu rumah tangga termasuk ketua RT dan RW di lingkungan Desa Semen.

Sebagai penutup, mantan Bupati Ngawi itu juga membagikan sembako kepada peserta yang hadir.