SUARA NGAWI - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Saridewi, yang berada di Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digandrungi masyarakat.

Pasalnya, LKP Saridewi dinilai konsisten menciptakan peluang usaha yang menjanjikan karena mampu melahirkan wirausaha di bidang tata rias pengantin atau Make Up Artist (MUA).

Pimpinan LKP Saridewi, Kaptilestariningsih mengatakan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) gold 2024 melatih sebanyak 40 peserta didik usia 17 sampai 25 tahun baik usia sekolah dan tidak sekolah.

"Pelaksanaan pelatihan selama 250 jpl, dengan materi TRP solo putri modifikasi. Dalam sehari mereka dilatih selama 6 jam masuk dari hari senin sampai sabtu, jadi kurang lebih mereka di latih selama 45 hari," kata Kaptilestariningsih pada Jumat (13/9/2024).

Lebih lanjut, perempuan yang akrab dipanggil Bu Ning itu menjelaskan, peserta didik dilatih oleh instruktur yang berpengalaman juga seorang praktisi penata rias yang handal di kota Ngawi dan sudah bersertifikat LSK maupun LSP.

"Harapannya setelah lulus mengikuti pelatihan, peserta didik bisa berwirausaha mandiri membuka jasa MUA atau perias tradisional seperti para intruktur maupun mitra UMKM LKP Saridewi yang sudah sukses," ujar Bu Ning.

"Peserta didik tidak hanya di bekali ilmu gratis, tapi juga mendapat bahan rintisan usaha berupa seperangkat kosmetik kumplit untuk merias juga bebarapa alat, dan program PKW Gold 2024 ini bantuan dari Direktorat Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek RI," ucap Bu Ning menambahkan.

Bu Ning turut menjelaskan, LKP Saridewi juga mempunyai TEFA atau teaching faktori yang bisa memfasilitasi peserta didik baru untuk membuka usaha alat-alat itupun disewakan dengan harga yang cukup relatif murah.

"Fasilitas LKP sangat kumplit mulai aula pertemuan ( Joglo LKP Saridewi) Kelas untuk kapasitas 100 peserta latih , ruang teori, kantor , TEFA dan area parkir yang luas," tuturnya kepada Suara Ngawi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Sumarsono melalui Kepala Bidang Paud Dikmas, Arshad Ragandi mengapresiasi keberadaan LKP Saridewi yang mampu memberikan solusi terbaik bagi masyarakat yang mempunyai ketrampilan tata rias pengantin.

"LKP Saridewi benar-benar mampu mempersiapkan peserta didik untuk siap membuka usaha sebagai seorang penata rias yang kompeten dan profesional, tentu LKP ini turut berperan meningkatkan taraf hidup perekonomian yang lebih baik," ungkap Arsyad Ragandi.

"Sebab inovasi LKP ini sangat luar biasa, tidak hanya dilatih make up artist, namun juga dibekali ilmu pemasaran, bahkan LKP ini turut menggandeng Bank UMKM setempat. Sekali lagi ini inovasi yang luar biasa," terangnya.

Sementara, selaku orang tua peserta didik Program PKW Gold Tahun 2024, Berlian Rasya yang beralamat di Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi, mengaku puas mengikuti program pendidikan ini.

Kata dia, bekal pendidikan yang didapat, sangat akan bermanfaat bagi masa depan anaknya. Mengingat, tidak hanya dibekali ketrampilan merias, namun juga diberi pengetahuan strategi pemasaran agar dapat meningkatkan masa depan dari segi ekonomi.

"Terima kasih tak terhingga, kepada Bunda Kaptilestariningsih selaku kepala lembaga LKP SARIDEWI beserta tim atas ilmu dan bimbingan ketrampilan yang diberikan kepada putri tercinta kami, untuk bekal terjun ke masyarakat dan siap berkancah dalam bidang jasa rias pengantin," ucapnya.

"Dari awalnya yang tidak tahu menahu tentang make up, sanggul, paes dsb sampai bisa merias wajah hanya waktu sekitar 2 bulan, ditangan keprofesionalan beliaulah yang mampu mengantarkan peserta didik siap berkarya, punya ketrampilan secara mandiri dan mencetak generasi muda yang punya karya untuk menopang ekonominya," pungkasnya.